IMG02168-20110516-0747

Mengapa anak Indonesia jaman sekarang putih-putih dan besar-besar?, sedangkan orangtuanya hitam dan pendek seperti saya.” Kelakar teman saya yang baru pulang dari Myanmar, “Tapi gampang sakit” tambahnya. Saya belum punya jawaban tentang hal ini, dia langsung menambahkan sendiri, “ Karena mereka makan beras putih yang diberi obat kimia sehingga beras warnanya putih dan yang memakannya jadi putih juga”.

Saya langsung terpikir untuk berhati-hati membeli beras bukan yang terlalu putih warnanya, memang menurut departemen pertanian yang mengeluarkan standar nasional, beras yang sehat adalah beras yang tidak terlalu putih warnanya, beras yang diputihkan dengan obat kimia seperti klorin bisa membuat kanker kandung kemih.Pembicaraan diatas memacu kita untuk berpikir pentingnya kita memelihara kualitas lingkungan hidup, bahkan memiliki mind-set, memiliki kepekaan, kesadaran sangat pentingnya kualitas lingkungan hidup, yang jika tidak dipelihara akan merusak eco-system, dan membunuh kehidupan manusia itu sendiri.

Baru satu komoditi beras kita bisa membahas proses produksi dari hulu ke hilir seharusnya bebas dari segala pengaruh obat kimia yang bisa merusak tanah, berefek pada binatang juga kehidupan manusia. Menurut Charles Zevalier seorang konsultan dari Perancis yang ikut aktif dalam plan pembinaan petani kopi melalui Carrefour Quality Point bersama saya di Aceh, negara-negara Eropa sekarang hanya mau menerima produk yang ramah lingkungan, jadi beras putih justru tidak laku lagi, malahan beras organik ramai pasarannya.

Kenyataan ini menjadi acuan bagi provinsi untuk segera memperbaiki kualitas lingkungan hidup

Memang dalam proses perijinan masuknya investasi disyaratkan adanya analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang harus dimiliki, hal ini sering menjadi bongkahan dokumen yang masuk dibawah meja saja dan tidak dapat mengawasi perubahan atau pencemaran lingkungan yang terjadi. Jadi penting sekali memang adanya indikator yang dipegang bersama sebagai ukuran kualitas lingkungan hidup.

Apakah parameter yang paling tinggi dibutuhkan dalam mengukur kualitas lingkungan hidup sebuah daerah, menurut analis vibiz dalam Vibiz Local Expense Catalog (VRII), penting sekali diukur tingkat polusi atmosphere, udara dan tutupan hutan di setiap daerah.Vibiz mengambil information yang dikeluarkan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) yang setiap tahunnya KLH mengeluarkan buku standing lingkungan hidup Indonesia untuk acuan bagaimana kualitas lingkungan hidup.

Dalam kerangka proses berinvestasi maka sudah saatnya memasukan faktor kualitas lingkungan hidup ke dalam keputusan sebuah daerah menerima buyer atau tidak. Kita tidak memandang investasi dari sisi masuknya dana ke dalam kota, kabupaten, provinsi atau negara saja, tapi apakah investasi yang ada sudah memiliki kesadaran kualitas lingkungan hidup? Memiliki proses produksi yang bersih dari pencemaran lingkungan? Kesadaran ini penting infuse di dalam seluruh bagian pelaku investasi khususnya masyarakat yang melakukan kontrol sosial, sehingga akan tercipta buyer yang memiliki kesadaran lingkungan hidup yang tinggi.

Sambil makan singkong bebas pestisida kami masih berdiskusi kualitas lingkungan hidup yang diperlukan oleh manusia.

Editor :  Fadjar Ari Dewanto adalah Direktur Lepmida
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *