(Berita Daerah - Sulawesi) - Langkah PT Pertamina Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara, yang mengurangi pasokan solar bersubsidi di Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengendalikan kuota mulai menciptakan antrian.
Pengamatan Sabtu menunjukkan, SPBU yang mengalami antrian cukup padat yakni SPBU di kawasan tapak kuda Kendari, salah satu SPBU terbesar yang ada di Kendari.
Salah seorang petugas SPBU, Fitria Ningsih mengatakan, antrian puluhan kendaraan ini mulai terjadi sejak pagi begitu pasokan solar datang karena takut kehabisan karena pasokan terbatas.
"Terlambat sedikit saja, maka solar akan habis," jelas Fitria singkat sembari melayani pelanggan.
Pengurangan suplai solar bersubsidi di sejumlah SPBU di kota ini dilakukan menyusul realisasi penyaluran periode Januari-Juni 2010 telah melampaui kuota.
Sebelumnya, Sales Representative Pertamina Kendari Daniel mengatakan, pengurangan itu berkisar lima persen dari kuota sebelumnya untuk setiap SPBU, bertujuan menjaga kestabilan stok agar mencukupi hingga di penghujung tahun.
Kuota solar bersubsidi Sultra tahun ini sebanyak 45.165 kiloliter (KL), namun hingga Juni 2010, penyaluran sudah mencapai 26.000 KL, yang berarti persentase penyaluran sudah mencapai 57,56 persen dari total kuota.
Selain menjaga ketersediaan stok hingga akhir tahun, pengurangan kuota lima persen ini juga dimaksudkan untuk menjaga perbedaan harga antara solar bersubsidi dan nonsubsidi.
Dikhawatirkan, bila pasokan solar bersubsidi berlebihan, ada pihak tertentu yang memanfaatkannya, sehingga mereka yang berhak mendapatkan solar bersubsidi malah tidak kebagian.
(dw/DW/ant)
|