(Berita Daerah - Jawa) - Sejumlah tempat hiburan di Kota Cilegon ramai dikunjungi oleh tamu dari berbagai daerah. Namun sayangnya, pengunjung yang datang ke tempat dugem tersebut kebanyakan anak baru gede (ABG).
"Pada bulan ramadhan ini tempat hiburan di Cilegon tutup, mungkin itu alasan masyarakat datang ke tempat hiburan dan mencari suasana baru," kata Wandi, di Cilegon Sabtu. Dia adalah salah satu ABG dari Kota Serang yang datang beramai-ramai dengan temannya.
Diakuinya, tempat hiburan malam menjadi adalah satu cara untuk menghilangkan penat bersama dengan teman-temannya. "Saya kesini senang-senang aja mas, tidak pake narkoba dan tidak menggunakan barang terlarang lainnya," ungkapnya.
Namun dia mengaku untuk menghilangkan penat di pikiran dan meringankan sakit kepala ia meminum beberapa botol alkohol. "Kalau tidak minum alkohol, kita tidak bisa joget lepas," terang dia.
Senada diungkapkan oleh Wati. Gadis belia yang baru masuk ke Perguruan Tinggi swasta di Jakarta ini mengaku kedatangan ke tempat hiburan dalam rangka menjalin relasi dengan teman-teman kerjanya.
"Walaupun saya baru masuk kuliah, tetapi sejak duduk di bangku SMA saya sudah terbiasa mandiri, dengan bekerja pada salah satu minuman energy secara freelance," ujar wati saat ditemui ditempat hiburan Regent.
Pantauan ANTARA di lapangan, sejumlah tempat hiburan di malam di pusat jantung Kota Cilegon, seperti, LM, Dynasty, Amigos, Regent, Hanna, Planet Holywood, Mandiri Karaoke tampak ramai dikunjungi oleh pengunjung. Seperti di Regent, salah satu tempat hiburan ini tampak ramai dengan ABG, sedangkan di LM, Dynasty, LM dan lain-lain lebih diminati oleh pengunjung yang berusia 40 tahun ke atas.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Cilegon telah mengeluarkan keputusan, dalam keputusan tersebut tempat hiburan malam diminta untuk sementara tujuh hari sebelum bulan suci Ramadhan sampai dengan empat hari setelah Idul Fitri.
(dw/DW/ant)
|